Suara Si Penunggu

i)
Mengejar bebayang
Tanpa sempadan noktah
Menuju malam
Kamar Sepi
Menjadi saksi
Nafas sudah tertegak
Berbalik perisai
Suram dan gemalai
Menanti saat
Di lafazkan

ii)
Kekuatan
Harga sebuah keberanian
Menongkah tabiat dunia
Meracau tanpa keruan
Di lorong gila

iii)
Jasad sekian lama
Terjalang menyendiri
Terkikir budayawan
Jahili
Kini ajal menjadi
Dagangan

iv)
Jangan Berharap
Kembali lagi
Kerna Tuhan sudah menanti

v)
Aku penunggu setia
pembunuh lampir
sedang lipur-lara
Bahawa kematian
Teresak-esak
Di depan pintu

Vi)
Geletar pagi syahdu
Tersentak penghuni mimpi
Melebur kata-kata rohani
Ketakutan
Gelisah

vii)
Selesai sudah

viii)
Sepasang anggota
Terkulai pengadilan
Selepas hening….

– puisiwatan –

Advertisements

Leave a comment

Filed under Hak Cipta Terpelihara -Puisiwatan-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s